JAKARTA (19 Agustus) – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendukung pemenuhan akses jalan bagi Yayasan Darul Ma’arif yang berlokasi di Jl. RS Fatmawati No. 45, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Wibi mengungkapkan, Yayasan Darul Ma’arif telah berdiri sejak sekitar 1956 dan diinisiasi langsung oleh KH Idham Chalid, salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Karena itu, kebutuhan akses menuju yayasan tersebut perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
“Kota ini dibangun bukan hanya oleh satu dua orang. Jasa para pahlawan dan pendiri kota ini harus menjadi perhatian kita semua. Apalagi yang dimohonkan hanyalah akses jalan agar para santri dan peziarah bisa mendatangi yayasan ini dengan lebih mudah,” ujar Wibi usai menggelar rapat koordinasi bersama pihak Yayasan Darul Ma’arif, PT MRT Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta sejumlah dinas terkait, Selasa (19/8/2026).
Wibi menilai keberadaan Yayasan Darul Ma’arif tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pendidikan dan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang perlu dijaga. Kemudahan akses diharapkan dapat mendukung aktivitas para santri, masyarakat, dan peziarah yang datang ke lokasi tersebut. Ia mengapresiasi keterbukaan PT MRT Jakarta serta dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam merespons kebutuhan tersebut. Menurutnya, penyelesaian persoalan akses membutuhkan kolaborasi lintas instansi agar solusi yang dihasilkan tetap memperhatikan aspek teknis dan kepentingan masyarakat sekitar.
Wibi menegaskan, pemenuhan akses menuju yayasan tetap harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi. Karena itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta turut dilibatkan untuk melakukan kajian Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Menurutnya, kajian tersebut penting untuk memastikan akses yang nantinya disiapkan tidak menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.
“Yang kita cari adalah solusi yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar, tetapi di sisi lain juga memberikan kemudahan bagi para santri dan masyarakat yang ingin datang ke Yayasan Darul Ma’arif,” katanya.
Ia menilai penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan pendekatan yang seimbang antara kepentingan mobilitas, keselamatan lalu lintas, serta nilai historis yayasan. Wibi pun menegaskan DPRD DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta akan terus mendampingi proses tersebut hingga ditemukan solusi yang dapat direalisasikan.
“Kami dari pihak Pemerintah Provinsi Jakarta berkomitmen untuk membersamai dan membantu apa yang bisa kita lakukan, sehingga apa yang menjadi harapan ini bisa menjadi kenyataan dan membawa kebaikan untuk kita semua,” pungkas Wibi. (II/FM)