JAKARTA (24 April) – Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mendesak Perumda Pasar Jaya untuk melakukan transformasi pasar tradisional agar mampu bersaing dengan gempuran perdagangan daring (online). Salah satu strategi utama yang diusulkan adalah penyediaan ruang kreatif di setiap pasar untuk menarik minat generasi muda.
Ia menilai, pasar tidak boleh hanya menjadi tempat transaksi konvensional, tetapi harus menjadi ruang sosial yang hidup.
“Pasar tradisional harus beradaptasi. Kita harus kreatif, seperti contohnya Pasar Santa yang kini menjadi magnet bagi anak muda. Saya mendorong Pasar Jaya menyediakan ruang khusus, seperti lantai untuk kegiatan UMKM anak muda atau sarana olahraga,” ujar Nova, usai rapat pembahasan LKPJ Gubernur DKI Jakarta Tahun Anggaran 2025, Jumat (24/4/2026).
Selain aspek kreativitas, Legislator NasDem ini juga menyoroti kinerja finansial Pasar Jaya. Nova menekankan pentingnya optimalisasi aset hasil revitalisasi guna mendongkrak pendapatan perusahaan daerah.
Ia menyoroti kontribusi dividen Pasar Jaya ke kas daerah yang saat ini dinilai masih relatif minim, yakni di kisaran Rp8 hingga Rp10 miliar.
“Kami memberikan challenge kepada Pasar Jaya. Aset-aset yang sudah direvitalisasi harus dimaksimalkan potensinya agar mampu menyumbang pendapatan lebih besar bagi daerah,” pungkasnya. (EP/FM)