JAKARTA (18 September) – Pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diharapkan semakin mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Namun, peralihan tersebut perlu didukung konektivitas antarmoda, termasuk ketersediaan fasilitas park and ride bagi masyarakat yang masih menggunakan kendaraan pribadi dari rumah.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengatakan keberadaan LRT Jakarta akan memberikan pilihan perjalanan yang lebih mudah bagi masyarakat. Menurutnya, manfaat tersebut akan semakin terasa apabila layanan LRT terhubung dengan kawasan transportasi lainnya, termasuk Dukuh Atas.
“Wah, ini bakal bagus sekali. Makin banyak orang yang akan beralih dari menggunakan transportasi pribadi menjadi transportasi umum,” ujar Wibi, Jumat (18/9/2026).
Menurut Wibi, fasilitas park and ride menjadi salah satu bagian penting dalam membangun integrasi transportasi. Fasilitas tersebut dibutuhkan karena sebagian masyarakat masih harus menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai stasiun sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Dengan adanya fasilitas parkir yang terintegrasi dengan stasiun, masyarakat dapat meninggalkan kendaraan dan melanjutkan perjalanan menggunakan LRT maupun moda transportasi lainnya. Skema tersebut dinilai dapat menjadi pilihan bagi warga yang belum memiliki akses langsung ke jaringan transportasi umum dari tempat tinggalnya.
Wibi juga mengajak masyarakat memanfaatkan masa awal pengoperasian LRT dengan tarif promo Rp8 selama delapan hari. Menurutnya, periode tersebut dapat menjadi kesempatan bagi warga untuk mencoba langsung layanan sekaligus memberikan masukan terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
“Kita minta seluruh warga Jakarta ayo kita cobain bareng-bareng, bila mana memang ada kekurangan disampaikan saja. Kita akan coba perbaiki itu semua,” kata dia.
Ia berharap penguatan integrasi antara LRT dan moda transportasi lainnya terus dilakukan, baik dari sisi konektivitas maupun fasilitas pendukung. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang semakin mudah dan nyaman tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.
Menurut Wibi, keberhasilan transportasi publik tidak hanya ditentukan oleh hadirnya satu moda baru, tetapi juga oleh kemudahan masyarakat untuk berpindah dari satu moda ke moda lainnya hingga mencapai tujuan akhir. (*/FM)