JAKARTA (21 September) – Anggota Komisi E Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Raden Gusti Arief Yulifard bersama jajaran Komisi E lainnya melakukan kunjungan langsung ke Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Kunjungan ini untuk melihat secara langsung kondisi serta pelayanan sejumlah fasilitas yang menjadi bagian dari pusat edukasi dan kebudayaan di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi E meninjau sejumlah fasilitas, termasuk Perpustakaan HB Jassin, Planetarium, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan Taman Ismail Marzuki.
Gusti mengatakan, dari hasil peninjauan langsung ke perpustakaan HB Jassin, masih ditemukan sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki. Meski demikian, ia menilai pelayanan yang diberikan secara umum sudah berjalan dengan maksimal.
“Memang masih ada banyak kekurangan, banyak minor-minornya, tetapi kurang lebih secara pelayanan sudah maksimal. Kami juga melihat masyarakat yang hadir sangat bersemangat memanfaatkan ruang yang ada untuk membaca, berkomunikasi, belajar, maupun kegiatan kelompok,” ujar Gusti Arief, Senin (21/9/2026).
Kemudian untuk planetarium, Gustti menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dari sisi konten dan tata suara. Menurutnya, konten yang disajikan di Planetarium perlu lebih beragam dan dikembangkan agar pengalaman edukasi yang diberikan kepada masyarakat semakin optimal. Begitu pula dengan kualitas tata suara yang dinilai perlu mendapatkan perhatian.
“Kami tadi juga sudah ke Planetarium dan menyaksikan langsung konten-konten yang ada di dalamnya. Memang masih belum sempurna dan masih banyak yang harus ditingkatkan, baik dari kontennya, jangan hanya satu saja, kemudian juga mengenai suara atau tata suaranya,” katanya.
Gusti Arief menilai keberadaan TIM memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat menjadi pusat edukasi dan kebudayaan bagi masyarakat Jakarta.
“Secara keseluruhan, ini semua menjadi bagian dari pusat hiburan, pusat edukasi, dan pusat kebudayaan. Insya Allah dengan adanya Taman Ismail Marzuki ini, kita di DKI Jakarta punya ekosistem baru,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat Jakarta, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di TIM sebagai ruang belajar, mendapatkan pengalaman baru, sekaligus mengenal lebih dekat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
Di sisi lain, Gusti Arief berharap dinas-dinas terkait dapat segera duduk bersama dan menyusun solusi untuk mengatasi berbagai kekurangan yang masih ditemukan di kawasan TIM. Sinergi antarpengelola dinilai penting agar seluruh fasilitas dapat memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi hal yang baik ke depan dan menjadi motivasi juga buat para dinas terkait untuk memajukan komunikasi, edukasi, dan pusat pelayanan kebudayaan yang ada di Jakarta,” pungkasnya. (MAP/FM)